Makalah Bahasa Indonesia Penggunaan Baha…

Makalah Bahasa Indonesia
Penggunaan Bahas Baku Dan Tidak Baku Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Di Susun Oleh : Andriawan
Sarah fitri
Kiki Agustina
Ganjar Yudha
M Reaza Fauzi

Kelas XI IPS 3

SMAN 1 CILEUNYI
Jl pendidikan no 9 kec cileunyi Kab bandung , website : sman1cileunyi.co.cc

2010-2011

BAB II
PENDAHULUAN

II.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Kita semua tahu pada zaman sekarang banyak dari masyarakat Indonesia kurang memperhatikan penggunaan bahasa baku dan tidak baku dalam kehidupan sehari hari nya. Bahkan banyak dari mereka yang kurang mengenali apa yang di maksuyd kata baku dan apa yang di maksud dengan kata tidak baku . padahal penggunaan bahasa baku dan bahasa baku ini sangat penting dalam urusan komunikasi dan dalam bidang sosialisasi dengan masyarakat lain nya atau individualism lainnya.
Dalam hal itu kami di sini ingin membahas tentang penggunaan bahsa baku dan tidak baku yang terjadi dalam masyarakat Indonesia , yang di mana dalam hal ini penggunaan bahasa itu sangat kurang di minati oleh banyak orang Indonesia , dengan munculnya bnyak bahasa baru yang di pengaruhi beberapa aspek , yang bias jadi mulai dari lingkungan bahasa daerah nya atau dari ruang lingkup bahasa asing yang mulai menjerumuskan masyarakat Indonesia terhadap ketidak pengguaan bahasa baku tersebut.

II.2 PEMECAHAN MASALAH
Maka dari hal itu pula yang kami maksudkan disini , dimana kami mendapat tugas dari guru yang bersangkutan , bahwasanya kami mendapatkan perintah membuat makalah penggunaan bahsa baku dan tidak baku dalam masyarakat sehari hari . oleh sebab itu , di dalam maklah ini juga kami mencantumkan beberapa aspek mengenai penggunaan bahasa baku dan bahasa tidak baku tersebut .
Dan tak lupa dalam makalah ini kami pula mencantumkan beberapa hal yang berkaitan tentang penyalah gunaan pemakaian bahasa baku tersebut .hal ini tentu dapat membuat pengetahuan kita sebagai pelajar dan khususnya sebagai warga masyarakat mengerti betul tentang penggunaan bahasa baku dan bahasa tidak baku , apa manfaat penggunaan bahasa baku tersebut dan apa pula berbagai permasalahannya.

II.3 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk membuktikan sampai seberapa jauhkah para masyarakat Indonesia menggunakan bahasa baku dalam kehidupan sehari hari nya. Tujuan lain nya pula kami ingin mengetahui apakah masih ada orang yang menggunakan bahasa baku dalam kehidupan sehari hari nya .

II.4 METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini dengan menggunakan akses internet yang di mana kita ketahui bersama , dalam akses jaringan ini , kita mampu mengetahui berbagai informasi dalam sekejap mata , namun tak lepas dari topic mengenai bahasa baku yang di paki beberapa orang , maka kami pun menanyai beberapa orang atau tokoh masyarakat yang terkait dan ada hubungan nya dengan penggunaan bahasa baku ini .

II.5 MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian ini bisa kita lihat di akhir dari makalah penelitian ini , yang di mana , di dalam nya terdapat berbagai manfaat dari mempelajari tentang isi dari makalah ini .salah satu manfaat nya ialah kita dapat mengukur sejauh mana masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dengan pengolahan bahasa baku nya dengan baik dan benar . maka dari itu , marilah kita kaji bersama dalam maklah ini , mungkin saja ada manfaat lain yang anda temukan yang mungkin tidak saya temukan . maka dari itu , marilah bersama sama kita cari manfaat dalam maklah ini .

BAB III
ISI PEMBAHASAN
CIRI-CIRI BAHASA BAKU
Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok, yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam:
1. Komunikasi resmi, yakni dalam surat menyurat resmi, surat menyurat dinas, pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penamaan dan peristilahan resmi, dan sebagainya.
2. Wacan teknis seperti dalam laporan resmi, karang ilmiah, buku pelajaran, dan sebagainya.
3. Pembicaraan didepan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, pidato dan sebagainya.
4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya. Pemakaian (1) dan (2) didukung oleh bahasa baku tertulis, sedangkan pemakaian (3) dan (4) didukung oleh ragam bahasa lisan. Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Penggunaan Kata-Kata Baku
Masuknya kata-kata yang digunakan adalah kata-kata umum yang sudah lazim digunakan atau yang perekuensi penggunaanya cukup tinggi. Kata-kata yang belum lazim atau masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan, kecuali dengan pertimbangan- pertimbangan khusus. Misalnya:
Bahasa Baku Bahasa Tidak Baku
– cantik sekali – cantik banget
– lurus saja – lempeng saja
– masih kacau – masih sembraut
– uang – duit
– tidak mudah – enggak gampang
– diikat dengan kawat – diikat sama kawat
– bagaimana kabarnya – gimana kabarnya
PENGGUNAAN EJAAN RESMI DALAM RAGAM TULISAN
Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disebut ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (singkat EyD) EyD mengatur mulai dari penggunaan huruf, penulisan kata, penulisan partikel, penulisan angka penulisan unsur serapan, sampai pada penggunaan tanda baca. Misalnya:
Bahasa Baku Bahasa Tidak Baku
– bersama-sama – bersama2
– melipatgandakan – melipat gandakan
– pergi ke pasar – pergi kepasar
– ekspres – ekspres, espres
– sistem – sistim
PENGGUNAAN LAFAL BAKU DALAM RAGAM LISAN
Hingga saat ini lafal yang benar atau baku dalam bahasa Indonesia belum pernah ditetapkan. Tetapi ada pendapat umum bahwa lafal baku dalam bahasa Indonesia adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau lafl daerah.
Misalnya:
Bahasa Baku Bahasa Tidak Baku
– atap – atep
– menggunakan – menggaken
– pendidikan – pendidi’an
– kalaw – kalo,kalo’
– habis – abis
– dengan – dengen
– subuh – subueh
– senin – senen
– mantap – mantep
– pergi – pigi
– hilang – ilang
– dalam – dalem
PENGGUNAAN KALIMAT SECARA EFEKTIP
Maksudnya, kalimat-kalimat yang digunakan dapat dengan tepat menyampaikan pesan dengan pembicaraan atau tulisan kepada pendengar atau pembaca, persis seperti yang di maksud pembicara atau penulis.
Keefektipan kalimat ini dapat dicapai antara lain dengan:
1. Susunan kalimat menurut aturan tata bahasan yang benar, misalnya:
Bahasa Baku
– Pulau Buton banyak menghasilkan aspal.
– Tindakan-tindakan itu menyebabkan penduduk merasa tidak aman dan
keluarganya merasa tidak aman.
Bahasa Tidak Baku
– Di pulau Buton banyak menghasilkan aspal.
– Tindakan-tindakan itu menyebabkan penduduk merasa tidak aman dan
keluarganya.
2. Adanya kesatuan pikiran dan hubungan yang logis didalam kalimat. Misalnya:
Bahasa Baku
– Dia datang ketika kami sedang makan.
– Loket belum dibuka walaupun hari sudah siang.
Bahasa Tidak Baku
– Ketika kami sedang makan dia datang.
– Loket belum dibuka dan hari tidak hujan.
3. Penggunaan kata secara tepat dan efesien. Misalnya:
Bahasa Baku
– Korban kecelakaan lalu lintas bulan ini bertambah.
– Panen yang gagal memaksa kita mengimpor beras.
2003 Digitalized by USU digita library 4
Bahasa Tidak Baku
– Korban kecelakaan bulan ini naik.
– Panen gagal memungkinkan kita mengimpor beras.
4. Penggunaan pariasi kalimat atau pemberian tekanan pada unsur kalimat yang
ingin ditonjolkan. Misalnya:
Kalimat Biasa
– Dia pergi dengan diam-diam.
– Dengan pisau dikupasnya mangga itu.
Kalimat Bertekanan
– Dengan pisau dikupasnya mangga itu.
Kalimat Bertekanan
– Pergilah daia dengan diam-diam.
– Dengan pisaulah dikupasnya mangga itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s