BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian dan Hakikat Fungsi…

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Hakikat Fungsi Penggerakkan
Definisi fungsi penggerakkan menurut para ahli Drs. Malayu Hasibuan
Pengerakkan/ pengarahan adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
G.R.Terry
Actuating is setting all members of the group to want to achieve and to strike to achieve the objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing efforts.
Artinya:
Penggerakkan adalah membuat semua anggota kelompok, agar mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha – usaha pengorganisasian.
Koontz dan O’Donnel
Directing and leading are the interpersonal aspects of managing by which subordinate are led to understand dan contribute effectively and efficiensy to the attaiment of enterprise objectives.
Muninjaya, G, A, A. 2004
Penggerakkan adalah hubungan antara aspek – aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan – bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata.
Fungsi aktuasi merupakan usaha untuk menciptakan iklim kerja sama di antara staf pelaksana program sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Fungsi aktuasi tidak terlepas dari fungsi manajemn lainnya. Fungsi penggerak dan pelaksanaan dalam istilah lainnya yaitu actuating (memberi bimbingan), motivating (membangkitkan motivasi), directing (memberikan arah), influencing (mempengaruhi) dan commanding (memberikan komando atau perintah).
Jadi, penggerakkan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk membimbing, menggerakkan , mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksanakan sesuatu kegiatan usaha.
Penggerakkan dapat dilakukan dengan cara persuasif atau bujukan dan instruktif, tergantung bagaimana cara yang paling efektif.
Penggerakkan dapat dikatakan efektif, jika dipersiapkan dan dikerjakan dengan baik serta benar oleh karyawan yang ditugasi untuk itu.
Berbagai karya tulis tentang prinsip – prinsip, proses, dan fungsi – fungsi manajemen menunjukan aneka ragam istilah yang digunakan untuk menjelaskan fungsi penggerkakkan ini. Beberapa contoh di bawah ini menunjukan apa yang dimaksud.
1. Henry Fayol, seorang yang diakui sebagai salah saeorang pelopor pertumbuhan dan perkembangan ilmu administrasi, terutama disoroti dari sudut pandangan manajeman puncak, menggunakan istilah commanding untuk penggerakkan sepeti terlihat dalam karyanya yang monumental, yaitu General and Industrial Administration. Fayol tampaknya berpendapat bahwa cara terbaik untuk menggerakkan para anggota organisasi adalah dengan cara pemberian komando dan tanggung jawab para bawahan terletak pada pelaksanaan perintah yang diberikan. Mungkin ada yang berpendapat bahwa tersirat dari penggunaan istilah commanding adalah konsepsi bahwa para bawahan perlu digerakkan dengan adanya otokratik. Misalnya, dalam hal pengambilan keputusan keterlibatan para pelaksana tampaknya tidak dianggap penting. Pimpinanlah yang mengambil keputusan dan para bawahan melaksanakannya. Sesungguhnya hal yang demikian itu tidaklah benar.
2. Luther Gullick, dalam karyanya Papers on the Science of Administration menggunakan istilah directing sebagai fungsi manajerial yang dimaksudkan untuk menggerakkan para bawahan. Istilah directing mempunyai makna pemberian petunjuk dan penentuan arah yang harus ditempuh oleh para pelaksana kegiatan operasional. Diterapkan dalam kehidupan organisasional, directing antara lain berarti bahwa di kalangan para manajer terdapat persepsi bahwa para bawahan adalah orang – orang yang tingkat kematanganya, dalam arti teknis dan psikologis adalah sedemikian rupa sehingga perlu terus – menerus dibimbing, dituntun, dan diarahkan. Dalam proses pengambilan keputusan, misalnya, pimpinanlah yang mengambil keputusan, hanya saja sebelum keputusan dilaksanakan, hal itu diinformasikan kepada para pelaksana agar mereka dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil. Peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan nyaris tidak ada.
3. Seorang penulis lain yang dikenal luas ialah George R.Terry yang menggunakan istilah actuating untuk pengerakkan seperti dapat dilihat dalam bukunya Principles of Management. Istilah Actuating jelas menunjukan persepsi yang lebih lunak dibandingkan dengan istilah commanding dan directing. Dengan menggunakan pengambilan keputusan lagi sebagai contoh, gaya yang digunakan oleh seorang manajer ialah bahwa manajer yang bersangkutan sebenarnya sudah mempunyai gambaran tentang bentuk dan jenis keputusan yang diambilnya. Akan tetapi sebelum keputusan final diambilnya, seorang manajer yang berpendapat bahwa penggerakkan bahawan sebaiknya dilalukan dengan actuating biasanya berkonsultasi lebih dahulu dengan orang – orang yang akan bertindak sebagai pelaksana keputusan tersebut. Akan tetapi, biasanya yang menjadi sasaran konsultasi itu lebih diarahkan unuk meyakinkan diri sendiri tentang kemampuannya mengambil keputusan dan bukan untuk mengubah keputusan tersebut.
4. Seorang ahli lain, John F.Mee menggunakan istilah motivating untuk menggambarkan cara penggerakkan bawahan yang dipandangnya paling tepat Motivating sebagai fungsi organik manajemen pada dasarnya berarti bahwa para menajer berusaha memberikan dorongan kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga kemampuan yang secara intrinsik terdapat dalam diri para bawahan itu digabung dengan dorongan dari luar dirinya, seperti dorongan dari organisasi, diharapkan mengakibatkan para organisasi secara ikhlas memberikan yang terbaik dalam dirinya, dalam bentuk persepsi yang tepat, tindak tanduk, dan perilaku positif, pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang dimiliki, kemahiran bekerja berdasarkan pengalaman dan pemanfaatan waktu sedemikian rupa sehingga tujuan dan sasaran tercapai.

2.2 Tujuan Fungsi Aktuasi

Fungsi aktuasi haruslah dimulai pada diri manajer selaku pimpinan organisasi. Manajer yang ingin berhasil menggerakkan karyawannya agar bekerja lebih produktif, harus memahami dan menerapkan ilmu psikologi, ilmu komunikasi, kepemimpinan dan sosiologi.

Seorang manajer harus mampu bersikap yaitu objektif dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi melalui pengamatan, objektif dalam menghadapi perbedaan dan persamaan karakter stafnya baik sebagai individu maupun kelompok manusia. Manajer mempunyai tekad untuk mencapai kemajuan, peka terhadap lingkungan dan adanya kemampuan bekerja sama dengann orang lain secara harmonis.
Dengan kata lain, manajer harus peka dengan kodrat manusia yaitu mempunyai kekuatan dan kelemahan, tidak mungkin akan mampu bekerja sendiri dan pasti akan memerlukan bantuan orang lain, manusia mempunyai kebutuhan yang bersifat pribadi dan sosial, dan pada diri manusia kadang-kadang muncul juga sifat-sifat emosional.
Tujuan fungsi aktuasi lainnya adalah:
1. Menciptakan kerja sama yang lebih efisien

2. Mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf

3. Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan

4. Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf

5. Membuat organisasi berkembang secara dinamis

2.3 Prinsip-prinsip Penggerakan

Ada beberapa prinsip dalam penggerakan staf suatu organisasi yang perlu

diperhatikan, yaitu:

1. Efisien

2. Komunikasi

3. Jawaban terhadap pertanyaan 5w + 1H

4. Penghargaan linsentif
2.4 pokok-pokok permasalahan
Pokok – pokok masalah yang dipelajari pada fungsi pengerakkan adalah:
1. Tingkah Laku Manusia
Pimpinan dalam membina kerja sama, mengarahkan dan mendorong kegairahan kerja para bawahan perlu dipahami faktor – faktor manusia. Untuk mengetahui perilaku manusia peranan psikologi, sosiologi, antropologi dan psikologi sosial dan psikologi manajemen.
Manusia dalam berkelompok mempunyai latar belakang yang heterogen seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, agama, kebudayaan, kepentingan dan lain sebagainya. Tetapi disamping perbedaain ini juga terdapat persamaan, seperti kebutuhan (needs) untuk makan, minum, keamanan, keturunan atau biologis. Persamaan kebutuhan inilah yang membentuk kerja sama dan hidup berkelompok.
Needs (kebutuhan) adalah yang diperlukan oleh setiap orang, sedang wants (keinginan) adalah yang ditentukan oleh cita – cita seseorang.
Para penulis yang mengemukakan tingkah laku manusia, yaitu
Elton Mayo (1880 – 1949).

2.5 cara menyelesaikan pokok-pokok masalah dalam fungsi pergerakan

Elton Mayo meneliti masalah manusia dan pekerjaannya. Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa:
1. Masalah manusia hanya dapat diselesaikan secara manusiawi bila menggunakan data dan alat – alat kemanusian pula.
2. Moral/semangat kerja lebih besar peranannya dan pengaruhnya terhadap produktivitas para pekerja. Moral adalah suatu keadaan yang berhubungan erat sekali dengan kondisi mental seseorang.
3. Perlakuan yang baik dan wajar terhadap para pegawai lebih besar pengaruhnya terhadap produktivitas dari pada tingkat upah yang besar walaupun juga upah merupakan hal yang penting.
Teori yang dikembangkan Elton Mayo ini disebut Thoery Human Science. Pandangan bahwa manusia adalah unsur penunjang mesin harus memberikan ruang pada kenyataan akan pentingnya perasaan dan sikap para pegawai karena itu dorongan efisiensi harus ditupang oleh pemahaman akan faktor – faktor manusiawi dalam kerja.
Douglas Mc Gregor
Douglas Mc Gregor mengemukakkan Teori X dan Teori Y tentang tingkah laku manusia atau karyawan dalam perusahaan. Teori ini mengemukakkan bahwa manusia secara jelas dan tegas dikelompokkan atas manusia penganut Teori X dan Teori Y.
Teori X mengemukakkan bahwa:
1. Rata – rata karyawan itu malas dan tidak suka bekerja.
2. Umumnya karyawan itu tidak berambisi dan menghindari tanggung jawab.
3. Karyawan lebih suka dibimbing, diperintah dan diawasi
4. Karyawan labih suka mementingkan diri sendiri dan kurang mempedulikan sasaran perusahaan.
Teori Y mengemukakan bahwa:
1. Rata – rata karyawan rajin dan sesungguhnya bekerja sama wajarnya dengan bermain – main dan beristirahat. Perkerjaan tidak perlu dihindari dan dipaksakan, banyak orang tidak betah dan merasa kesal dan tidak bekerja.
2. Lazimnya karyawan dapat memikul tanggung jawab dan berambisi untuk maju.
3. Karyawan selalu berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan mengembangkan dirinya untuk mencapai sasaran optimal.
Douglas Mc Gregor berpendapat, suatu perusahaan baru efektif jika pengendalian dan pengarahan diganti dengan integrasi, kerja sama dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Tegasnya dedikasi, loyalitas dan partisipasi akan lebih menjamin tercapainya sasaran perusahaan. Dengan demikian manajemen partisipasi harus dikembangkan. Tipe kepemimpinan penganut Teori Y ini adalah demokrasi, sedang falsafah kepemimpinanya “pemimpinan adalah untuk bawahannya”.
D. Yung
D. Yung membedakan manusia menjadi 3 golongan menurut arah perhatiannya:
Tipe Extraverce jika perhatian terutama ditujukan kesekelilingnya. Orang tipe ini disebut extravert yang ciri – ciri berhati terbuka, gembira ramah tamah, luas dalam pergaulan dan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadinya.
Tipe Introverse, jika perhatiannya terutama diarahkan kedalam dirinya sendiri. Orang introverse ciri – cirinya adalah egoistis, pendiam, senang menyendiri, kurang bisa bergaul dan selalu mengutamakan kepentingan pribadinya dari pada kepentingan umum.
Tipe ambiverse, adalah orang – orang yang tingkah lakunya berada diantara introverse dan extroverse.
Robert Owen dan Andrew Uro
Robert Owen dan Andrew Uro , mengemukakan bahwa jika manusia diperlakukan lebih manusiawi maka semua potensinya akan dikerahkannya untuk mencapai sasaran perusahaan. Tingkah laku manusia terbentuk dari 2 sisi, yaitu: pertama keturunan dari ayah atau ibu (heredity), dan kedua, lingkungan pergaulan (environment)nya. Karena itu untuk mengetahui tingkah laku (pribadi) seseorang tidak cukup hanya mengenal individunya saja, tetapi harus mengetahui pula kehidupan orang tua dan nenek moyangnya. Dalam diri seseorang terdapat 4 fungsi psikis, yaitu
Pikiran
Jika fungsi pikiran yang paling dominan dalam diri seseorang maka ia berusaha memahami lingkungannya dengan jalan pengetahuan, menghubungkan berbagai pengertian dan mengambil keputusan yang logis. Sedang tolak ukur penilainnya didasarkan benar atau salah (right or wrong).
Perasaan
Jika fungsi perasaan yang paling dominan dalam diri seseorang maka ia memahami lingkungannya dengan ukuran penilaian senang atau tidak senang (like or dislike). Jadi orangnya suka menjilat atau dijilat.
Intuisi
Jika fungsi intuisi yang paling dominan dalam diri seseorang maka ia memahami lingkungannya lebih banyak melalui penglihatan batinnya, tidak melihat secara mendetail, tetapi melihat makna secara keseluruhan.
Pengindraan
Jika pengindraan psikis yang paling dominan dalam diri seseorang maka ia menilai hal – hal dalam lingkungannya sebagaimana adanya tanpa ukuran penilaian apapun. Diantara keempat fungsi psikis ini, fungsi pikiran dan perasaan yang paling utama, sedang fungsi intuisi dan pengindraan hanya membantu saja.
Clare W. Graves
Galre W. Graves, Oktober 1966 membedakan 7 pola tingkah laku manusia yang disusunnya dengan urutan istimewa.
1. Tipe – tipe Tingkah Laku
1) Tipe Autistik
Hidupnya seperti tumbuh – tumbuhan. Ia kurang atau bahkan tidak punya daya juang dan dalam arti umum tidak dapat dikaryakan.
2) Tipe Animistik
Ia sadar akan lingkungannya, tetapi kurang memahaminya. Motifnya yang paling dominan adalah mempertahankan kelangsungan hidunpnya, tetapi ia dikuasai hal – hal klenik dan praktek yang aneh – aneh.
3) Tipe Kejutan
Ia sadar dan takut akan adanya daya – daya yang bertentangan dalam dirinya sendiri dan dunia yang hanya sebagian saja dipahaminya. Motif utamanya adalah keamanan dan perlindungan “Status Quo”. Peraturan – peraturan yang kaku prosedur dan lain – lainnya memberika dukungan padanya. Ia hanya akan memanfaatkan peluang jika tidak ada resiko yang mengancam keamanan dirinya.
4) Tipe Agresif dan Gila Kuasa
Ia menentang tradisi dan tata tertib yang telah mapan. Ia lebih suka mengatur diri sendiri. Motifnya yang paling dominan adalah kekuasaan dan prestise. Motif keamanan tak diacuhkannya. Orang macam ini sulit diatur dan tekanan yang meningkat serta aturan yang ketat hanya akan menjadikannya lebih buruk lagi. Misalnya dalam delegasi wewenang yang disertai terlalu banyak beban kerja.
5) Tipe Sosio Sentris
Orangnya rindu akan suasana kerja yang menyenangkan. Ia mendahulukan masalah – masalah sosial daripada masalah – masalah pribadi atau material. Orangnya suka akan kegiatan kelompok, ia adalah orang yang suka bekerja dalam satu tim. Motif dominannya adalah penerimaan kelompok, bukan dalam arti keamanan, melainkan dalam arti aktif.
6) Tipe Agresif Individualistis
Orangnya percaya akan dirinya sendiri, bertanggung jawab, berkiblat pada tujuan, bukan pada sarana. Ia benci akan perincian metode dan ia tidak menyukai tugas yang dipaksakan. Motif dominannya adalah prestasi. Orang ini berkemampuan untuk menjadi manajer puncak.
7) Tipe Individualistis Suka Damai
Orangnya berorientasi pada tujuan dan berharap dapat ikut serta dalam menentukan targetnya sendiri. Motif dominannya adalah prestasi dan harga diri, ia acuh tak acuh pada penghargaan dari orang lain. Ia cenderung mengendalikan diri sendiri dan bersifat teoritis.
DR. Toshitaka Nomi
Mengemukakan bahwa golongan darah dapat mengungkapkan tingkah laku (watak) manusia.
1) Golongan darah A bisa dipercaya
Sifat diri yang paling menonjol pada manusia yang memiliki golongan darah A ialah dapat dipercaya, bertabiat sangat teliti dan penuh tanggung jawab mental terutama pada waktu melaksanakan pekerjaannya.
2) Golongan darah B lemah lembut
Manusia bergolongan darah B mempunyai sifat lemah lembut dan sangat perasa. Mereka tergolong kelompok manusia yang tenang dan kalem.
3) Golongan darah AB emosional.
Manusia yang bergolongan darah AB mempunyai sifat yang emosional, sifat wataknya ragu – ragu dan pendiriannya dipengaruhi oleh situasi.
4) Golongan darah O berbakat pemimpin.
Manusia bergolongan darah O berbakat pemimpin, energi rohaniah, gairah kerjanya tinggi tanpa kenal istirahat dan prestasi kerjanya optimal. Manusia bergolongan darah O ini sangat kesal melihat karyawan yang bekerja malas – malasan dan dia menganggap bahwa semua manusia harus bekerja dengan rajin serta efektif, dia lupa bahwa kemampuan manusia itu tidak sama.
2. Hubungan Manusiawi
Hubungan manusiawi (human relations), adalah hubungan antara orang – orang yang dilakukan dalam suatu organisasi. Jadi bukan dalam arti kekeluargaan.
Hubungan manusiawi tecipta serta didorong oleh kebutuhan dan kepentingan yang sama, misalnya untuk memperoleh pendapatan , keamanan, kekuatan dan sebagainya.
Dalam suatu perusahaan selalu ada seseorang yang menjadi karyawan dan suatu perusahaan yang menerimanya menjadi karyawan. Hal ini didasarkan atas sifat the nature of man and the nature of organization.
The nature of man,artinya seseorang berpendapat bahwa kebutuhan dan kepentingannya akan lebih mudah diperolehnya jika ia menjadi karyawan/anggota suatu perusahaan.
The nature of organization, artinya perusahaan menerima seseorang menjadi karyawan, jika orang itu akan memberikan keuntungan, atau nilai prestasinya lebih besar daripada kempensasinya.
Jadi hubungan manusiawi atau sosial ini tercipta dan terbina dengan baik, jika dilakukan secara manusiawi, saling membutuhkan, saling menguntungkan, hormat – hormati, cinta – mencintai dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.
3. Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yang terpenting dalam manajemen, karena proses manajemen baru terlaksana, jika komunikasi dilakukan.
Henry Clay Lindgren mengatakan bahwa effective leadership means effective communication atau kepemimpinan yang efektif berarti komunikasi yang eketif.
Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Komunikasi adalah suatu alat untuk menyampaikan perintah, laporan, berita, ide, pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikan agar diantara mereka terdapat interaksi.
Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
Komunikasi digambarkan sebagai pemindahan informasi dari seseorang ke orang lain terlepas dari percaya atau tidak. Tetapi informasi yang ditransfer tentulah harus dipahami si penerima.
Tujuan Komunikasi, yaitu untuk memberikan perintah, laporan, informasi, ide, saran, dan menjalin hubungan – hubungan dari seorang komunikator kepada komunikan atau penerimanya.

Proses Komunikasi
Unsur – unsur komunikasi
1. Komunikator (pemberi = giver) adalah orang yang menyampaikan pesan komunikasi itu.
2. Pesan, yaitu informasi, perintah, laporan, berita dan lain – lainnya yang disampaikan itu.
3. Saluran (simbolis = channel) yaitu orang yang menerima pesan komunikasi tersebut.
4. Komunikan (penerima = receiver) yaitu orang yang menerima komunikasi tersebut.
5. Feedback (action), adalah reaksi yang ditimbulkan oleh komunikasi itu.
Lambang – lambang Komunikasi
Lambang (simbol = channel) adalah alat yang dipergunakan komunikator untuk menyampaikan pesan yang dikomunikasikan kepada komunikan, yaitu:
a. Suara yaitu pesan komunikasi disampaikan dengan suara oleh komunikator.
b. Tulisan (gambar), yaitu pesan komunikasi disampaikan dengan tulisan atau gambar – gambar oleh komunikator kepada komunikannya.
c. Gerak – gerik, yaitu pesan komunikasi yang disampaikan dengan gerak – gerik oleh komunikator kepada komunikannya, misalnya dengan raut muka, telunjuk, kedipan mata.
d. Warna yaitu pesan komunikasi disampaikan dengan warna oleh komunikator kepada komunikan, misalnya lampu petunjuk jalan pada perempatan, merah berhenti, kuning siap untuk jalan dan hijau boleh jalan, bendera putih tanda menyerah.
Fungsi – fungsi Komunikasi
1. Instructive, artinya komunikasi dalam hal ini berfungsi untuk memberikan perintah dari atasan kepada bawahannya.
2. Evaluative, artinya komunikasi berfungsi untuk menyampaikan laporan dari bawahan kepada atasannya.
3. Informative, adalah komunikasi dalam hal ini berfungsi untuk menyampaikan informasi, berita dan pesan – pesan.
4. Influencing, artinya komunikasi dalam hal ini berfungsi untuk memberikan saran – saran , nasihat – nasihat dari seseorang kepada orang lain.
Ruang Lingkup Komunikasi
1. Public communication (komunikasi massa) adalah komunikasi dalam arti luas, artinya pesan komunikasi itu ditujukan kepada masyarakat luas, baik yang dikenal maupun tidak.
2. Business communication adalah komunikasi dalam arti sempit, artinya pesan komunikasi itu dilakukan dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Tipe – tipe Komunikasi
1. Komunikasi formal (formal communication) adalah komunikasi dalam organisasi formal, pesannya instructive dan evaluative yang dilakukan mengikuti rangkaian hierarki formal organisasi serta hubungannya dengan tugas – tugas dan tanggung jawab.
2. Komunikasi informal (informal communication = the grapevine = pohon anggur) adalah komunikasi dalam organisasi informal atau formal. Pesan komunikasinya berfungsi informative dan evaluative, jadi tidak berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab.
Metode Komunikasi
1. Komunikasi langsung
2. Komunikasi tidak langsung
3. Komunikasi searah
4. Komunikasi dua arah
Hambatan – hambatan Komunikasi
1. Hambatan semantis, yaitu hambatan karena bahasa, kata – kata atau kalimat – kalimat yang dipergunakan penafsirannya banyak
2. Hambatan teknis, adalah hambatan yang disebabkan oleh alat – alat teknis yang dipergunakan untuk berkomunikasi yang baik.
3. Hambatan boilogis, adalah hambatan yang ditimbulkan oleh kurang baiknya panca indra komunikator/komunikan, misalnya gagu/tuli.
4. Hambatan psikologis, adalah hambatan kejiwaan yang disebabkan perbedaan status dan keadaan.
5. Hambatan kemampuan, adalah hambatan yang disebabkan komunikan kurang mampu menangkap dan menafsirkan pesan komuniasi, sehingga dipersepsi serta dilakukan salah.
Komunikasi dan Proses Manajemen
Manajer dalam proses manajemen selalu memperalat komunikasi untuk memerintah, mengkoordinasi, dan menerima laporan. Manajer yang efektif, jika komunikasinya berjalan efektif. Jika komunikasi efektif maka pelaksanaan tugas – tugas akan benar dan pemborosan dapat dikurangi
Jadi peranan komunikasi dalam proses manajemen sangat menentukan berhasil atau tidaknya seorang manajer mencapai tujuan perusahaan.
4. Kepemimpinan
Menurut Ralp Stogdill dalam bukunya Handbook of Leadership (1974). Kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi kelompok yang terorganisir dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam buku Fundamental Of Management, James H. Donelly (1975) mengemukakan: Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi, kegiatan yang merupakan fungsi dari pada karakter pribadi pemimpin dan pengikut serta sifat – sifat situasi yang spesifik.
Jadi, kepemimpinan berarti kemampuan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain melalui suatu proses dan aktivitas agar ia mau berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan.
Aspek Kepemimpinan
1. Kekunggulan seseorang dalam lapangan kepemimpinan, yang menonjol dalam kualitas fisik, keahlian, teknologi, kecerdasan, ingatan dan daya proyeksi, akan menimbulkan kekaguman dan akan memimpin bawahannya.
2. Keunggulan seseorang dalam kesetiaan terhadap tujuan, kesanggupan menghadapi tantangan dan keberanian, perasaan, tanggung jawab.
Fungsi – fungsi Kepemimpinan
1. Pengambilan keputusan dan merealisasi keputusan itu.
2. Pendelegasian wewenang dan pembagian kerja kepada para bawahan.
3. Meningkatkan daya guna dan hasil guna semua unsur manajemen (6M)
4. Memotivasi bawahan, supaya bekerja efektif dan bersemangat.
5. Pemrakarsa, penggiatan, dan pengendalian rencana.
6. Mengkoordinasi dan mengintegrasi kegiatan – kegiatan bawahan.
7. Mengembangkan imajinasi, kreativitas dan loyalitas bawahan.
8. Penilaian prestasi dan pemberian teguran atau penghargaan kepada bawahan.
9. Pengembangan bawahan melaluli pendidikan dan pelatihan.
10. Melaksanakan pengawasan melekat (waskat) dan tindakan – tindakan perbaikan jika perlu.
Unsur – unsur Kepemimpinan
1. Pemimpin (leader = head) adalah orang yang memimpin.
2. Bawahan (pengikut) adalah orang – orang yang dipimpin.
3. Organisasi adalah alat dan wadah untuk melakukan kepemimpinan.
4. Tujuan (objective) adalah sasaran yang ingin dicapai.
5. Lingkungan adalah internal dan eksternal perusahaan.
Syarat – syarat Umum Pemimpin yang Efektif
Ordway Tead dalam bukunya The Art Of Leadership, mengemukakan sepuluh syarat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu
1. Memiliki energi fisik dan ketegapan tubuh.
2. Perhatian pada tujuan dan pemberian petunjuk.
3. Semangat yang bergelora.
4. Keramahan dan kasih sayang.
5. Kejujuran.
6. Keahlian teknis.
7. Ketegasan.
8. Kecerdasan.
9. Keahlian mengajar.
10. Kuat Iman.
Macam – macam Wewenang Pemimpin
1. Formal authority (wewenang resmi) adalah wewenang yang sah dan legal yang dimiliki oleh seorang pemimpin, karena kedudukannya dalam suatu perusahaan. Dalam wewenang resmi ini kepemimpinan dapat memerintah, memotivasi dan mempengaruhi tingkah laku bawahannya sesuai dengan keinginannya, jika perlu memberikan hukuman.
Wewenang kepemipinan ini berasal dari:
a. Top down authority, adalah wewenang yang berasal dari kekuasaan pemimpin puncak turun ke pimpinan yang lebih rendah.
b. Bottom-up authority, adalah wewenang yang berdasarkan diri pada teori penerimaan (acceptance theory).
2. Personality aouthority (kewibawaan) adalah wewenang karena wibawa yang dimiliki seseorang pemimpin.
Hal – hal yang menyebabkan seseorang menjadi pemimpin adalah:
1. Tradisi (warisan), artinya seseorang menjadi pemimpin karena warisan (keturunan), misalnya raja atau ratu Inggris dan Belanda.
2. Kekuatan pribadi, artinya sesorang menjadi pemimpin, karena kekuatan pribadinya, baik karena kecakapannya maupun kekuatan fisiknya.
3. Pengangkatan atasan, artinya sesorang menjadi pemimpin karena diangkat oleh pihak atasannya.
4. Pemilihan, artinya sesorang menjadi pemimpin berdasarkan hasil pemilihan anggota.
Teori – Teori Kepemimpinan
1. Teori Sifat (The Traitist Theory of Leadership)
Teori ini mengemukakan bahwa untuk menentukan sifat – sifat kepemimpinan yang baik, perlu diteliti secara induktif , mengamati mereka yang diakui sebagai pemimpin yang berhasil menyebutkan sifat – sifat (traits) yang dimilikinya masing – masing.
Para ahli manajemen yang menganut teori sifat ini antara lain
E.E Gizeli dan Stigdil
a. Kecerdasan (intelligence)
b. Kemapuan mengendalikan (supervisory ability)
c. Inisiatif (Iniciative)
d. Ketenangan diri (self assurance)
e. Kepribadian (individuality)
Thomas W. Harrell
a. Kemauan yang keras (strong will)
b. Tingkah laku yang ditentukan sifat lahirian (extroversion)
c. Keinginan kekuasaan (poer needs)
d. Keinginan prestasi (achievement needs)
Keith Davis
a. Kecakapan (intellegence)
b. Kematangan dan luwes pergaulan (social maturity and breadth)
c. Motivasi dan rangsang prestasi (inner motivation and achievment drives)
d. Sikap hubungan manusiawi (human relation attitude)
George R. Terry
a. Energi, mempunyai kekuatan mental dan fisik.
b. Stabilitas emosi, tidak cepat marah dan tenang menghadapi masalah.
c. Human relationship, mempunyai pengetahuan tentang hubungan manusiawi dan luwes dalam pergaulan.
d. Personal motivation, keinginan menjadi pemimpin harus besar dan dapat memotivasi diri sendiri.
e. Communication skills, mempunyai kecakapan untuk berkomunikasi secara efektif.
f. Teaching skills, mempunyai kecakapan untuk pengarahan, mengajarkan, menjelaskan, dan mengembangkan bawahan.
g. Socail skills, mempunyai keahlian di bidang sosial, supaya terjamin kepercayaan dan kesetiaan bawahan.
h. Technical competent, mencapai kecakapan menganalisis, merencanakan, mengorganisasi , medelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mampu menyusun konsep dan mengkoordinasi.
Kelemahan teori sifat ini adalah begitu banyaknya sifat pemimpin yang harus diperhatikan dan juga ada sifat pemimpin yang suatu saat cukup berhasil dalam kepemimpinannya, tetapi pada keadaan lain belum tentu berhasil.
Jadi untuk menentukan seorang pemimpin harus diperhatikan beberapa faktor yaitu pemimpin, pengikut, tujuan dan situasi lingkungannya.
2. Teori Kepemimpinan Situasional
Dalam teori ini, kepemimpinan dipengaruhi oleh keadaan pemimpin , pengikut, organisasi dan lingkungan sosial (ekonomi, kenudayaan, agama, moral dan politik). Kepemimpinan merupakan konsep empat variabel, yaitu pemimpin, bawahan, organisasi dan lingkungan sosial. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin dalam keadaan normal dan dalam keadaan kritis akan berbeda.
Keberhasilan seorang pemimpin juga dipengaruhi oleh situasi artinya ada seorang pemimpin yang berhasil baik dalam keadaan normal, tetapi pemimpin lain hanya akan berhasil jika keadaan krits. Bagi seorang pemimpin sejati keadaan – keadaan darurat justru merupakan kesempatan terbaik untuk mengatasi keadaan yang kritis itu.
Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard
Kepemimpinan situasional didasarkan pada saling pengaruh antara :
a. Sejumlah petunjuk dan pengarahan (perilaku tugas) yang pemimpin berikan.
b. Sejumlah dukungan emosional (perilaku hubungan ) yang pemimpin berikan.
c. Tingkat kesiasiagaan (kematangan) yang para bawahan tunjukkan dalam melaksanakan tugas khusus, fungsi dan sasaran.
Tipe/Gaya Kepemimpinan
Menurut G.R Terry tipe – tipe atau gaya pemimpinan itu ada 6 macam yaitu:
1. Tipe kepemimpinan pribadi (Personal Leadership). Dalam sistem kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi.
2. Tipe kepemimpinan non Pribadi (Non personal Leader – ship). Segala sesuatu kebijaksanaan yang dijalankan dalam perusahaan itu dilakukan melalui bawahan atau mempergunakan media non pribadi baik rencana – rencana atau perintah pengawasannya.
3. Tipe kepemimpinan Otoriter (Autoritarian Leadership). Pimpinan otoriter biasanya bekerja keras dan sungguh – sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan – peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksi – instruksinya harus ditaati.
4. Tipe kepemimpinan Demokratis (Democtratic Leadership). Pimpinan yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama – sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang melaksanakan tujuan bersama.
5. Tipe kepemimpinan Paternalistik (Paternalistic Leadership). Dalam sistem kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pimpinan dan kelompok. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya.
6. Tipe kepemimpinan menurut bakat (Indogenius Leadership). Biasanya timbul dari kelompok – kelompok organisasi informal dimana mungkin mereka terlatih dengan adanya sistem kompetensi sehingga bisa menimbulkan klik – klik dari kelompok – kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul kepemimpinan yang mempunyai kelemahan diantara yang ada dalam kelompok tersebut menurut bidang keahliannya dimana ia ikut berkecimpung. Disini peranan bakat akan menonjol, sebagai akibat bawaan sejak lahir.
5. Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa Latin, Mavere yang berarti dorongan atau daya penggerak.
Drs. Malayu S.P Hasibuan
Motivasi adalah suatu perangsang keinginan (want) dan daya penggerak keamanan bekerja seseorang. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Harold Koontz
Motivasi mengacu pada dorongan dan usaha untuk memuaskan kebutuhan atau suatu tujuan.
Tujuan Pemberiam Motivasi
1. Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan.
2. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
3. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
4. Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan.
5. Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan.
6. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
7. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
8. Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan.
9. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyaawan.
10. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas – tugasnya.
11. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat – alat dan bahan baku.
Asas – Asas Motivasi
1. Asas mengikutsertakan, artinya mengajak bawahan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka mengajukan pendapat, rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan.
2. Asas komunikasi, menginformasikan secara jelas tentang tujuan yang ingin dicapai, cara – cara mengerjakannya, dan kendala – kendala yang dihadapi.
3. Asas pengakuan, artinya memberikan penghargaan, pujian dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang dicapainya.
4. Asas wewenang yang didelegasikan, artinya memberikan kewenang dan kepercayaan diri kepada bawahan, bahwa dengan kemampuan dan kreativitasnya ia mampu mengerjakan tugas – tugas itu dengan baik.
5. Asas adil dan layak, artinya alat dan jenis motivasi yang diberikan harus berdasarkan atas “asas keadilan dan kelayakan” terhadap semua karyawan.
6. Asas perhatian timbal – balik, artinya bawahan yang berhasil memcapai tujuan dengan baik maka pimpinan harus bersedia memberikan alat dan jenis motivasi.
Alat – alat Motivasi
1. Material insentif, artinya alat motivasi yang diberikan berupa uang dan atau barang yang mempunyai nilai pasar, jadi memberikan kebutuhan ekonomis.
2. Nonmaterial insentif, artinya alat motivasi yang diberikan berupa barang atau benda yang tidak bernilai, jadi hanya memberikan kepuasan atau kebanggaan rohani saja.
3. Kombinasi material dan nonmaterial insentif, yaitu alat motivasi yangdiberkan berupa material (uang dan barang) dan nonmaterial (medali – piagam), jadi memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan atau kebanggaan rohani.
Jenis – jenis motivasi
a. Motivasi positif (insentif positif) manajer memotivasi bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi baik. Dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat, karena manusia pada umumnya senang menerima yang baik – baik.
b. Motivasi negatif (insentif negatif), manajer memotivasi bawahannya dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaannya kurang baik (prestasi rendah). Dengan motivasi negatif ini semangat kerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat, karena mereka takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.
Metode – metode Motivasi
1. Metode langsung (direct motivasi), adalah motivasi (material dan nonmaterial) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya. Jadi sifatnya khusus seperti memberikan pujian, penghargaan, bonus, piagam dan sebagainya.
2. Metode tidak langsung (indirect motivation), adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas – fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja/kelancaran tugas, sehingga para karyawan betah dan semangat melakukan pekerjaan.
Model – model Motivasi
1. Model Tradisional, mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan agar gairah kerjanya meningkat dilakukan dengan sistem insentif, yaitu memberikan insentif material kepada karyawan yang berprestasi baik.
2. Model hubungan manusia, mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan supaya gairah bekerjanya meningkat, dilakukan dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna serta penting.
3. Model sumber daya manusia, mengemukakan bahwa karyawan dimotivasi oleh banyak faktor, bukan hanya uang atau barang atau keinginan akan kepuasan saja, tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti.
Teori – Teori Motivasi
a. Teori Hirearki Kebutuhan
Teori Maslow atas nama lengkapnya Abraham Maslow seorang ahli psikologi yang mengembangkan teori motivasi, ia menyatakan bahwa kebutuhan akan dapat memotivasi manusia untuk bekerja. Hal ini tergantung pada atau sesuai dengan waktu, keadaan, dan pengalaman manusia yang bersangkutan. Umunya manusia termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpenuhi, dan setiap jenjang kebutuhan apabila terpenuhi, maka akan muncul kebutuhannya yang tingkatannya lebih tinggi dan memerlukan pemuasan. Berdasarkan tingkatan kebutuhan manusia menurut jenjangnya, maka kebutuhan manusia dapat digolongkan ke dalam lima tingkatan sebagai berikut:
1. Kebutuhan psikologis
2. Kebutuhan rasa aman
3. Kebutuhan sosial
4. Kebutuhan penghargaan
5. Kebutuhan perwujudan diri.
Kelima kebutuhan tersebut dapat digambarkan dalam bentuk piramida sebagai berikut.

Dari gambar piramida tingkatan kebutuhan manusia tersebut, kita dapat melihat dan membaca mulai dari kebutuhan dasar atau kebutuhan utama (Kebutuhan Fisiologis) yaitu jenis kebutuhan manusia yang mau tidak mau harus dipenuhi demi kepentingan kelanjutan hidupnya. Contohnya kebutuhan akan makan, minum, pakaian, perumahan dan kebutuhan biologis lainnya. Apabila semua kebutuhan tersebut telah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan kedua yang lebih tinggi tingkatannya dari kebutuhan pertama, yaitu kebutuhan rasa aman, seperti kebutuhan akan kesehatan, ketertiban dan kebebasan rasa takut serta ancaman. Apabila jenis kebutuhan kedua ini dapat terpenuhi, maka akan muncul jenis membutuhkan orang lain sebagai mana kodrat manusia sebagai makhluk sosial, centohnya sebagai kebutuhan akan penghargaan. Contohnya kebutuhan ingin dihargai, status prestise, dan kekuasaan. Apabila kebutuhan keempat telah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan kelima yang merupakan kebutuhan tertinggi yaitu kebutuhan perwujudan diri, yaitu suatu jenis kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal. Contohnya seperti kebutuhan untuk mencapai prestasi, merealisasikan potensi dalam kenyataan hasil karya. Proses pemenuhan kebutuhan manusia, tersebut menurut tingkatan yang telah diuraikan satu sama lainnya saling ketergantungan saling menopang. Semua kebutuhan cenderung menjadi bagian kepuasan dalam setiap daerah dan menjadi motivasi utama dalam perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhan.
b. Teori Motivasi – Higienis (Dua Faktor)
Faktor Higienis Faktor Motivasi
A. Kebijakan – administrasi A. Prestasi
B. Suver visi B. Pengukuhan hasil kerja
C. Uang, status, rasa aman C. Pekerjaan menarik
D. Hubungan antar manusia D. Tanggung Jawab
E. Kondisi kerja E. Kemajuan
Teori ini dikembangkan oleh Frederick Herzberg. Dari hasil penelitiannya, Herzberg menarik kesimpulan adanya dua macam situasi yang berpengaruh terhadap setiap pelaksanakan pekerjaannya yaitu:

Jadi faktor yang menyebabkan pekerjaan senang atau tidak senang terhadap pekerjaan akan tergantung pada kondisi ektrinsik yaitu pekerjaan yang menghasilkan ketidak puasan dikalangan pekerja jika kondisi tersebut tidak ada. Kondisi intrinsik isi pekerjaan yang apabila ada dalam pekerjaan tersebut akan menggerakkan tingkat motivasi yang kuat, yang dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik. Jika kondisi tersebut tidak ada, maka tidak akan menimbulkan rasa ketidakpuasan yang berlebihan. Ketidakpuasan itu baru akan diperoleh kalau faktor motivatornya diperhatikan. Jika faktor higienis tidak diperhatikan, maka ketidak puasan akan timbul.
c. Teori X dan teori Y
Teori ini dikemukakan oleh Douglas Mc.Gregor, ia menjelaskan bahwa sikap menager akan mempengaruhi motivasi anggota staffnya, sehingga ia akan berpengaruh pula terhadap produktivitasnya. Ada dua macam pendekatan terhadap manusia kerja, yaitu
1. Sikap dasar yang dilandasi oleh teori X.
2. Sikap dasar yang dilandasi oleh Y potensial.
Teori X cenderung mengadakan – mengadakan pengawasan secara ketat kepada anak buahnya, memuat tugas – tugas yang lebih jelas dan berstruktur, dan banyak melakukan hukuman/ganjaran.
Teori Y , dasar asumsi bahwa manusia pada dasarnya suka bekerja, sebab bekerja adalah kegiatan yang alami seperti halnya bermain.
Perbedaan antara teori X dan teori Y diringkas oleh Hersey dan Blancard dalam bukunya sebagai berikut:
Teori X Teori Y
Kebanyakan orang tidak suka kerja. Bekerja sepeti halnya bermain adalah natural
Kebanyakan orang tidak mempunyai ambisi, tidak mempunyai tanggung jawab dan lebih suka diberi pengarahan. Kontrol terhadap diri sendiri merupakan suatu hal yang esensial dalam mencapai tujuan organisasi.
Kebanyakan orang tidak mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah secara kreatif Kapasitas untuk memecahkan masalah secara kreatif, terdapat pada sebagian orang.
Motivasi terjadi hanya pada tingkatan psikologik dan aman. Motivasi terjadi pada tingkat sosial, kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri selain pada tingkatan yang lebih rendah.
Kebanyakan orang harus di kontrol ketat, dan sering harus dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi Kebanyakan orang adalah kreatif dan selfdirected dalam pekerjaannya kalau cara memberikan motivasi tepat.


Daftar Pustaka
Hasibuan,Malayu.Manajemen:Dasar,Fungsi, dan Masalah.Bandung:Bumi Aksara.2006
Siagaan,Sondang.Fungsi-fungsi Manajerial.Jakarta:Bumi Aksara.2004
Alam. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta:Esis.2007
Ukas,Maman.Manajemen:Prinsip,Konsep,dan Aplikasi.Bandung:Algini.2004
Brantas.Dasar-dasar Manajemen.Bandung:Alfabeta.2009
http://ocw.usu.ac.id/course/download/128 MANAJEMEN/manajemen_textbook_manajemen.pdf
http://adipurnama.blogdetik.com/2011/01/21/penggerakan/
http://www.masbied.com/2010/11/21/penggerakan-sumber-daya-manusia/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s